Kiprah The Blues Chelsea di Musim EPL 2017/2018

Tak terasa sudah 4 bulan lebih English Premier League (EPL) musim 2017/2018 bergulir, sejak kick-off pada 12 Agustus 2017 yang lalu. Musim ini jadi musim yang diperkirakan akan berjalan sangat ketat, dikarenakan banyak tim-tim besar yang mencoba peruntungannya dengan memperbaiki kesalahan di musim lalu serta mengganti susunan pemain dan manajer tim.

Musim ini juga jadi tantangan besar buat Chelsea untuk tetap mempertahankan gelar juaranya. Butuh usaha yang sangat keras bagi Chelsea nampaknya. Hampir di separuh musim ini, Chelsea tak mampu beranjak dari peringkat 4 dan total poin yang mampu dikumpulkan hanya 22 di papan klasemen. Selisih cukup jauh yaitu 9 poin dari sang pemimpin klasemen yaitu Manchester City. Kabar baiknya, Chelsea masih punya kesempatan naik ke posisi 3 bahkan 2. Dengan Manchester United dan Tottenham yang ada di posisi 3 dan 4 hanya berselisih 1 poin dengan Chelsea yaitu 23.

chelsea kalah 2-3 dari burnley

Pil pahit kekalahan sebenarnya sudah dirasakan oleh Chelsea di awal musim saat melawan Burnley di skor 3-2. Tim racikan Antonio Conte ini pun harus segera mengembalikan kepercayaan dirinya untuk menjawab tantangan dalam mempertahankan gelar juaranya. Dengan susunan pemain baru di beberapa lini, diharapkan squad ini segera melakukan penyesuaian di sana sini  untuk memperbaiki performanya di lapangan hijau dalam pertandingan berikutnya.

Track record Chelsea hingga paruh musim ini, tidak begitu memuaskan. Sebelas pertandingan yang dijalaninya hanya memberikan tujuh kali kemenangan, satu kali seri, dan tiga kali kekalahan. Gol yang mampu dicetak sebanyak 19 kali dengan kebobolan sebanyak 10 kali.

Berbeda jauh dengan sang pemimpin klasemen, Manchester City yang meraih kemenangan hampir sempurna yaitu sebanyak sepuluh kali, seri hanya satu kali dan belum pernah kalah hingga paruh musim ini.  Ia mampu memasukkan gol sebanyak 38 kali, dan hanya kebobolan sebanyak 7 kali.

Jika kita bandingkan data klasemen di atas, bisa disimpulkan bahwa Chelsea sedang mengalami pelemahan pada daya serang serta produktivitas gol. Dengan perbandingan antara kebobolan dan memasukkan gol sebesar 1:2, menunjukkan bahwa lini pertahanan Chelsea masih lemah.

Analisa penyebabnya antara lain adalah kurang kompak dan efektifnya gelandang Chelsea, serta serangan dari sisi sayap yang masih kurang dimanfaatkan, sehingga supply bola menuju penyerang menjadi terganggu. Tidak hanya dari sektor tengah, ujung tombak yang bisa diwakili oleh striker Chelsea belum bisa melakukan finishing dengan sempurna. Sehingga peluang yang terjadi tidak bisa dimanfaatkan menjadi gol.

klasemen epl 2017-18 pekan ke 14

Kondisi tersebut sangat mungkin disebabkan ditinggalkannya Chelsea oleh beberapa pemain inti andalannya di musim ini. Sebut saja sang penyerang Diego Costa yang hengkang dari Chelsea dan pindah kembali untuk membela Atletico Madrid. Costa digantikan oleh Alvaro Morata yang didatangkan dari Real Madrid dengan mahar sebesar 67 juta pounds. Kemudian Nemanja Matic yang berposisi gelandang harus pindah dan digantikan oleh Tiemoue Bakayoko yang didatangkan dari AS Monaco dengan mahar sebesar 39,8 juta pounds.

Melihat kondisi-kondisi yang terjadi tersebut merupakan tantangan besar yang harus dihadapi oleh Antonio Conte, sang peracik tim untuk menunjukkan kepada publik bahwa Chelsea masih mampu bangkit dan merangkak naik kembali ke posisi klasemen EPL 2017 setelah perombakan ini. Sehingga hal ini akan jadi bukti bahwa Chelsea memang klub yang selalu memiliki mental juara.